Sabtu, 21 Desember 2013

Esai_Beasiswa Data Print

Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan diri kamu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total ratusan jutaan rupiah! Untuk informasi lebih lanjut kunjungi http://beasiswadataprint.com/

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Penilaian Pembelajaran

Oleh: Mokh. Yahya*



Intelligence Quotient (IQ) merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan manusia yang kali pertama diperkenalkan oleh Alferd Binet, ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20 (http://www.geschool.net). Intelligence Quotient (IQ) atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang dapat membantu seseorang dalam menganalisis sesuatu, berpikir secara rasional, dan melakukan sesuatu secara maksimal. Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh Intellegence Quotient (IQ) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar.

Emotional Quotient (EQ) atau yang biasa diartikan sebagai kecerdasan emosi adalah istilah baru yang dipopulerkan oleh Daniel Golleman. Menurut Golleman (1996), kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian para neurolog dan psikolog, Goleman (1995) menyimpulkan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi pikiran, yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional. Pikiran rasional digerakkan oleh kemampuan intelektual atau “Intelligence Quotient” (IQ), sedangkan pikiran emosional digerakkan oleh emosi.

Dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelligence, Goleman (1996) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional. Dari nama teknis itu ada yang berpendapat bahwa IQ mengangkat fungsi pikiran, EQ mengangkat fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya, bisa mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri, dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Selain IQ, dan EQ, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2001, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence ), Danah Zohar dan Ian Marshall mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif.

Dalam dunia pendidikan ketiga kecerdasan tersebut harus diterapkan secara bersamaan, tidak boleh salah satu atau salah dua karena ketiga kecerdasan  tersebut saling melengkapi. Apabila tidak diterapkan secara bersamaan, proses pendidikan tidak akan berjalan dengan lancar, sehingga hasilnya kurang maksimal.

Sesuai dengan tiga aspek penilaian dalam pembelajaran, yakni kognitif, psikomotor, dan sikap, ketiga kecerdasan tersebut dapat berperan di dalamnya. IQ berperan dalam membantu proses penilaian kognitif siswa, EQ berperan dalam penilaian psikomotor, sedangkan SQ dapat berperan dalam penilaian sikap siswa.

IQ memengaruhi tingkat kemampuan pemahaman siswa. Siswa dengan IQ tinggi dapat belajar dan memahami berbagai ilmu dengan mudah. Siswa dengan EQ yang baik mampu mengerjakan segala sesuatu dengan baik pula. Dalam hal ini, EQ berperan dalam membantu penilaian psikomotor siswa karena berhubungan dengan keterampilan. Dalam keadaan normal siswa dengan SQ tinggi mempunyai perilaku yang baik. Dalam hal ini SQ berperan dalam penilaian sikap siswa.


Daftar Pustaka

Anonim. 2012. Peran IQ, EQ dan SQ pada Pendidikan. http://makalah-artikel.blogspot.com. Diunduh pada 18 September pukul 23.00.

Goleman, Daniel. 1996. Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia  Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Putriliana, Dita. 2013. Pengertian IQ, EQ, dan SQ. http://www.geschool.net. Diunduh pada 22 Desember pukul 10.00.


Zohar, Danah dan Ian Marshall. 2001. Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence (New Edition). United Kingdom: Bloomsbury Publishing.


*Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar