Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Penilaian Pembelajaran
Oleh: Mokh. Yahya*
Intelligence Quotient (IQ) merupakan istilah dari pengelompokan kecerdasan
manusia yang kali pertama diperkenalkan oleh Alferd Binet, ahli psikologi dari
Perancis pada awal abad ke-20 (http://www.geschool.net). Intelligence
Quotient (IQ) atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kecerdasan
intelektual adalah kecerdasan yang dapat membantu seseorang dalam menganalisis sesuatu, berpikir secara rasional,
dan melakukan sesuatu secara maksimal. Tingkat
kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh Intellegence
Quotient (IQ) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar.
Emotional Quotient
(EQ) atau yang biasa diartikan sebagai kecerdasan emosi adalah istilah baru
yang dipopulerkan oleh Daniel Golleman. Menurut Golleman (1996), kecerdasan
emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal emosi diri sendiri, emosi
orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola dengan baik emosi pada diri
sendiri dalam berhubungan dengan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian para
neurolog dan psikolog, Goleman (1995) menyimpulkan bahwa setiap manusia
memiliki dua potensi pikiran, yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional.
Pikiran rasional digerakkan oleh kemampuan intelektual atau “Intelligence
Quotient” (IQ), sedangkan pikiran emosional digerakkan oleh emosi.
Dalam
bukunya yang berjudul Emotional Intelligence, Goleman (1996) menyatakan
bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya
yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan
Emosional. Dari nama teknis itu ada yang berpendapat bahwa IQ mengangkat fungsi
pikiran, EQ mengangkat fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya
menciptakan keseimbangan dalam dirinya, bisa mengusahakan kebahagiaan dari
dalam dirinya sendiri, dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu
yang positif dan bermanfaat.
Selain
IQ, dan EQ, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ
= Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2001, dalam bukunya berjudul ”Spiritual
Intelligence : the Ultimate Intellegence ), Danah Zohar dan Ian Marshall
mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi
persoalan makna atau value, yaitu
kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang
lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup
seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Spiritual Quotient
(SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk
memfungsikan IQ dan EQ secara efektif.
Dalam
dunia pendidikan ketiga kecerdasan tersebut harus diterapkan secara bersamaan,
tidak boleh salah satu atau salah dua karena ketiga kecerdasan tersebut saling melengkapi. Apabila tidak
diterapkan secara bersamaan, proses pendidikan tidak akan berjalan dengan lancar,
sehingga hasilnya kurang maksimal.
Sesuai
dengan tiga aspek penilaian dalam pembelajaran, yakni kognitif, psikomotor, dan
sikap, ketiga kecerdasan tersebut dapat berperan di dalamnya. IQ berperan dalam
membantu proses penilaian kognitif siswa, EQ berperan dalam penilaian
psikomotor, sedangkan SQ dapat berperan dalam penilaian sikap siswa.
IQ
memengaruhi tingkat kemampuan pemahaman siswa. Siswa dengan IQ tinggi dapat belajar
dan memahami berbagai ilmu dengan mudah. Siswa dengan EQ yang baik mampu
mengerjakan segala sesuatu dengan baik pula. Dalam hal ini, EQ berperan dalam
membantu penilaian psikomotor siswa karena berhubungan dengan keterampilan. Dalam
keadaan normal siswa dengan SQ tinggi mempunyai perilaku yang baik. Dalam hal
ini SQ berperan dalam penilaian sikap siswa.
Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Peran IQ, EQ dan SQ pada Pendidikan. http://makalah-artikel.blogspot.com.
Diunduh pada 18 September pukul 23.00.
Goleman, Daniel. 1996. Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional). Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang
Standar Penilaian Pendidikan
Putriliana, Dita. 2013. Pengertian IQ, EQ, dan SQ. http://www.geschool.net. Diunduh pada 22 Desember pukul 10.00.
Zohar, Danah dan Ian Marshall. 2001. Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence (New Edition). United Kingdom: Bloomsbury Publishing.
*Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar